Aku malu
pada diriku
karena tak mampu
berpaling darimu
Dirimu satu
dalam hidupku
mungkin tak ada lainnya
hanya kamu
Sampai kini
dan mungkin selamanya
hanya dirimu
yang ada di dadaku
Bertahun sudah
aku tersiksa
karena cinta
di dalam dadaku
Mungkin aku salah
jatuh cinta
pada dirimu
yang telah berdua.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Feb. 1988
Sabtu, 23 Januari 2016
Kering
Terdengar malam menyeringai
dalam sinar rembulan
yang teduh dan berwibawa
Aku terpaku dalam diam
menatap senyum cerah pagi
yang membakar kehidupan
gersang dan kering
Bintang berkelap-kelip
Indah dalam malam yang sunyi
teduh
kasih
dan batin memberontak
bertempur
mangapa tiada pernah tenteram
dan malam yang sejuk
Kegaduhan ini ternyata sepi
Kucoba menumpahkan perasaan
mengapa malam tersa panas
dan siang begitu membakar
Seketika burung malam berseru
Tuhan tempatmu mengadu
Kembali
Tersentak aku dan bertobat.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Feb.1988.
dalam sinar rembulan
yang teduh dan berwibawa
Aku terpaku dalam diam
menatap senyum cerah pagi
yang membakar kehidupan
gersang dan kering
Bintang berkelap-kelip
Indah dalam malam yang sunyi
teduh
kasih
dan batin memberontak
bertempur
mangapa tiada pernah tenteram
dan malam yang sejuk
Kegaduhan ini ternyata sepi
Kucoba menumpahkan perasaan
mengapa malam tersa panas
dan siang begitu membakar
Seketika burung malam berseru
Tuhan tempatmu mengadu
Kembali
Tersentak aku dan bertobat.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Feb.1988.
Masa Lalu
Lama aku berbicara pada diriku sendiri
tentang pengalaman rindu yang lama
menelaah wajah yang semrawut
Karena percakapan ini
yang mengambil kesimpulan
bahwa aku gagal
Lama aku bediri di cermin
memandang diri yang masih gagah
Walau diri mulai rapuh
namun cermin keperkasaanku
masih ada di mataku yang cekung
Bahwa aku pernah berjuang
Lama aku duduk termenung
mengejar khayal ke kampung
yang membuat tawa riang masa lalu
Kini ada diangan-angan
dan aku di sini tinggal menganang
ada duka
ada suka
Namun duka yang membengkak
Pengalaman cinta yang hilang sirna.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Jan. 1988
tentang pengalaman rindu yang lama
menelaah wajah yang semrawut
Karena percakapan ini
yang mengambil kesimpulan
bahwa aku gagal
Lama aku bediri di cermin
memandang diri yang masih gagah
Walau diri mulai rapuh
namun cermin keperkasaanku
masih ada di mataku yang cekung
Bahwa aku pernah berjuang
Lama aku duduk termenung
mengejar khayal ke kampung
yang membuat tawa riang masa lalu
Kini ada diangan-angan
dan aku di sini tinggal menganang
ada duka
ada suka
Namun duka yang membengkak
Pengalaman cinta yang hilang sirna.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Jan. 1988
Jumat, 22 Januari 2016
KEMELUT
Mengapa aku berpaling
bila matamu memandangku
seharusnyalah aku tersenyum
atau
setidaknya kuisyaratkan cinta
dari mataku
tapi itu tak aku lakukan
Mengapa aku menghindar
bila kau ada didepanku
seharusnyalah kau kusapa
atau
duduk disampingmu
untuk bercerita tentang apa saja
Tapi itu tak aku lakukan
Mengapa aku berlari
dan menjauh darimu
sedang tatapanmu lembut dan syahdu
sikapmu angkuh dan mempesona
Juga kenapa
kubunuh perasaan jingga
Sedangkan belum kuutarakan cinta.
By Haitami Lubis
(Terinspirasi dari Ebiet)
Pancurbatu Nov.1987
bila matamu memandangku
seharusnyalah aku tersenyum
atau
setidaknya kuisyaratkan cinta
dari mataku
tapi itu tak aku lakukan
Mengapa aku menghindar
bila kau ada didepanku
seharusnyalah kau kusapa
atau
duduk disampingmu
untuk bercerita tentang apa saja
Tapi itu tak aku lakukan
Mengapa aku berlari
dan menjauh darimu
sedang tatapanmu lembut dan syahdu
sikapmu angkuh dan mempesona
Juga kenapa
kubunuh perasaan jingga
Sedangkan belum kuutarakan cinta.
By Haitami Lubis
(Terinspirasi dari Ebiet)
Pancurbatu Nov.1987
SIKLUS
Kupicingkan mataku
kala aku akan tidur
dan mimpi membawaku jauh
jauh sekali
Kuangkat tanganku
saat aku berbuat dosa
dan air mata mengalir
memohon ampun pada Mu
Kulangkahkan kaki
kala aku akan berjuang
dan peluh membasahiku
mencari kehidupan
pahit dan getir
Kunikmati asaku
saat aku berbuat
Dan kuangkat tanganku di ujung malam
setelah kulalui beberapa episode mimpi
lalu ada kesimpulan
Aku robot berkehendak
kepunyaan yang Kuasa
Dia
Tuhanku!
By Haitami Lubis
Pancurbatu Nov. 1987
kala aku akan tidur
dan mimpi membawaku jauh
jauh sekali
Kuangkat tanganku
saat aku berbuat dosa
dan air mata mengalir
memohon ampun pada Mu
Kulangkahkan kaki
kala aku akan berjuang
dan peluh membasahiku
mencari kehidupan
pahit dan getir
Kunikmati asaku
saat aku berbuat
Dan kuangkat tanganku di ujung malam
setelah kulalui beberapa episode mimpi
lalu ada kesimpulan
Aku robot berkehendak
kepunyaan yang Kuasa
Dia
Tuhanku!
By Haitami Lubis
Pancurbatu Nov. 1987
Ingin Bebas
Dengan rapi kuselimuti rasa cinta
menggapai tenteram
ketenangan jiwa
Ternyata panas menyergap segala rasa
Juga kegaduhan itu menyentak-nyentak
agarlah bebas dari segalanya
Meledakkan perasaan jingga
Senyumku menggapai surya
yang memancarkan kelembaban di dada
Aku ingin nikmati pagi itu
Tapi
embun itu sebentar singgah
juga diri tertawa menyimpan derita
Ketika angin tumpahkan segalanya
Kukatakan aku gagal
aku kalah
Aku bukan jantan
aku tak mampu
Tapi kebenaran ada di dada
Cinta suci pertentangan dia.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Okt. 1987
menggapai tenteram
ketenangan jiwa
Ternyata panas menyergap segala rasa
Juga kegaduhan itu menyentak-nyentak
agarlah bebas dari segalanya
Meledakkan perasaan jingga
Senyumku menggapai surya
yang memancarkan kelembaban di dada
Aku ingin nikmati pagi itu
Tapi
embun itu sebentar singgah
juga diri tertawa menyimpan derita
Ketika angin tumpahkan segalanya
Kukatakan aku gagal
aku kalah
Aku bukan jantan
aku tak mampu
Tapi kebenaran ada di dada
Cinta suci pertentangan dia.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Okt. 1987
S E S A T
Aku lupakan Kamu
mengutuk isyarat Mu
yang membayang dalam pagi
Alam
Kuasa Mu
Dan malam Kau ciptakan berbintang
ternyata ragu menyelimuti kalbu
Kudengar malam bersenandung
dengan dendang burung-burung
yang katakan
kebenaran dalam jiwa
membalut hati yang resah
Lalu menggapainya
Namun terbentur sorga syetan
Kucari kebenaran
Pagi menyinari
Hati yang hitam
Terkutuk diri
Dalam sesat yang tercipta
dari kenikmatan sorga syetan
Aku dapati Tuhanku
kenikmatan sementara.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Okt.1987.
mengutuk isyarat Mu
yang membayang dalam pagi
Alam
Kuasa Mu
Dan malam Kau ciptakan berbintang
ternyata ragu menyelimuti kalbu
Kudengar malam bersenandung
dengan dendang burung-burung
yang katakan
kebenaran dalam jiwa
membalut hati yang resah
Lalu menggapainya
Namun terbentur sorga syetan
Kucari kebenaran
Pagi menyinari
Hati yang hitam
Terkutuk diri
Dalam sesat yang tercipta
dari kenikmatan sorga syetan
Aku dapati Tuhanku
kenikmatan sementara.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Okt.1987.
Langganan:
Postingan (Atom)