Jangan marah bila kukatakan cinta
Jangan bilang tidak bila kukatakan rindu
dan jangan gelisah bila aku memaksa
Diamlah!
Dengan tatapan mata mistirius
Aku akan mengerti
namun aku berusaha untuk tidak mengerti
Walau suatu saat kau lepas
dan aku terhempas
Jangan diam saat aku diam
karena aku mau kau bicara
Jangan tertawa saat aku bicara
Tersenyumlah!
dan tanggapi
Berlakulah sewajarnya saja
jangan berlebihan
dan jangan dibuat-buat
Aku akan mengerti
Walau suatu saat kau lepas
dan aku terhempas
Aku tidak perduli siapa kamu
Aku tidak perduli siapa aku
yang jelas
Cinta itu datang padaku
Aku berlari mengejar burung-burung
aku terbang menggapai bulan
dan aku berjalan kebelantara
Hanya untuk berdialog
tentang dirimu
tentang cintaku
Ah....
Kegaduhan ini begitu sepi
Kegelisahanku begitu senyap
sementara dirimu
berdiri dengan angkuh
Anggun di hadapanku.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Ags.1988
Sabtu, 23 Januari 2016
CINTA KASIH - MU
Lelah
terseok kaki melangkah
bergetar dan pasrah
Ah....
Kau tegar
Tanganku menggapaimu
Cinta penghalang?
Oh....
Tidak
dia adalah nikmat alam
dari Nya
Kuputuskan untuk diam
dan mengumpul tenaga
Perlahan kutegakkan kakiku
Kuciptakan sinar pandang
Oh...
Kau hilang
Terdengar bisikan kecil
dari janjimu
Kau di depan
Kucoba melangkah lagi
namun asa bergetar
Keras
Saat melewati simpang jalan
Belok atau terus?
Kabur keteguhan hati
Aku ke kanan
dan kuharap
Di sana kutemukan dirimu
Cinta kasih
Hidup tenteram
dan merah masa depan
Ragu menyergap kalbu
Dan seketika di depan semu
Berkunang-kunang
Kuputuskan
Untuk terus
Walau gelap di depan
Kucari dirimu
dan kuharap bisa bertemu
Disana
Cinta kasih Mu.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Ags. 1988
terseok kaki melangkah
bergetar dan pasrah
Ah....
Kau tegar
Tanganku menggapaimu
Cinta penghalang?
Oh....
Tidak
dia adalah nikmat alam
dari Nya
Kuputuskan untuk diam
dan mengumpul tenaga
Perlahan kutegakkan kakiku
Kuciptakan sinar pandang
Oh...
Kau hilang
Terdengar bisikan kecil
dari janjimu
Kau di depan
Kucoba melangkah lagi
namun asa bergetar
Keras
Saat melewati simpang jalan
Belok atau terus?
Kabur keteguhan hati
Aku ke kanan
dan kuharap
Di sana kutemukan dirimu
Cinta kasih
Hidup tenteram
dan merah masa depan
Ragu menyergap kalbu
Dan seketika di depan semu
Berkunang-kunang
Kuputuskan
Untuk terus
Walau gelap di depan
Kucari dirimu
dan kuharap bisa bertemu
Disana
Cinta kasih Mu.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Ags. 1988
Tiba-tiba Kau Melintas
Dalam siang yang panas
gerah menyergapku
Tak mampu aku menghindar
dan tak seorangpun yang peduli
Peluh membasahi tubuh
Ah.....
Aku tak tahan
Matahari seketika mendekat
Kemana aku berlindung?
Tiba-tiba kau melintas
dengan anggun
melempar senyum padaku
Aku terpaku dan diam
Seketika panas hilang
kesejukan datang
karena senyum manismu
By Haitami Lubis
Pancurbatu Ags.1988
gerah menyergapku
Tak mampu aku menghindar
dan tak seorangpun yang peduli
Peluh membasahi tubuh
Ah.....
Aku tak tahan
Matahari seketika mendekat
Kemana aku berlindung?
Tiba-tiba kau melintas
dengan anggun
melempar senyum padaku
Aku terpaku dan diam
Seketika panas hilang
kesejukan datang
karena senyum manismu
By Haitami Lubis
Pancurbatu Ags.1988
K A U
Teringat bidadari malam
tembus kegelapan
dan senyum cerah pagi
tampilkan diri dari semak belukar
Maut menantang ilham
yang bisikkan rindu
menerkam wajah semu
Tertidur di awang-awang
dan
pancaran sinar matamu
menembus merah hatiku
dan cinta suciku
Ternyata
kau gadis itu
By Haitami Lubis
Pancurbatu Juni 1988.
tembus kegelapan
dan senyum cerah pagi
tampilkan diri dari semak belukar
Maut menantang ilham
yang bisikkan rindu
menerkam wajah semu
Tertidur di awang-awang
dan
pancaran sinar matamu
menembus merah hatiku
dan cinta suciku
Ternyata
kau gadis itu
By Haitami Lubis
Pancurbatu Juni 1988.
Aku Tak Mampu
Kutahu aku kalah
membina cinta denganmu
karena diriku tak mampu bicara
untuk ungkapkan rasa
Telah lama siksa kubina
kucoba membunuh rindu
ternyata
dirimu ada di dada
dan aku tetap membisu
Kasih....
kini aku tak mampu
memendam rasa cinta !
By Haitami Lubis
Pancurbatu Apr.1988
membina cinta denganmu
karena diriku tak mampu bicara
untuk ungkapkan rasa
Telah lama siksa kubina
kucoba membunuh rindu
ternyata
dirimu ada di dada
dan aku tetap membisu
Kasih....
kini aku tak mampu
memendam rasa cinta !
By Haitami Lubis
Pancurbatu Apr.1988
Aku Cinta Padamu
Maafkan daku sayang
aku bicara lancang
menguak tabir hati
tentang cinta
Dirimu satu
Di dalam hati
Dak tak mampu berdusta
Aku cinta padamu
aku sayang padamu
Ingin aku membelaimu
ingin kudekap dirimu
namun engkau membisu
atau aku tak mampu
lelah aku sembunyi
leleh aku membisu
Lewat syair ini
Semoga kau tahu
isi hatiku
Sejak dirimu ada di hatiku
gelisah jiwa selalu hadir
Kucoba untuk menangis
Kucoba untuk menggoda
Salahkah aku
Cinta padamu?
By Haitami Lubis
Pancurbatu Apr. 1988
aku bicara lancang
menguak tabir hati
tentang cinta
Dirimu satu
Di dalam hati
Dak tak mampu berdusta
Aku cinta padamu
aku sayang padamu
Ingin aku membelaimu
ingin kudekap dirimu
namun engkau membisu
atau aku tak mampu
lelah aku sembunyi
leleh aku membisu
Lewat syair ini
Semoga kau tahu
isi hatiku
Sejak dirimu ada di hatiku
gelisah jiwa selalu hadir
Kucoba untuk menangis
Kucoba untuk menggoda
Salahkah aku
Cinta padamu?
By Haitami Lubis
Pancurbatu Apr. 1988
CERITA HATI
Senyummu mengikat gerakku
Kau belenggu dengan penampilanmu
Kucumbu dirimu dalam bayangku
Kutemukan diri di sisi jurang
yang dapat menelanjangi
dan menguliti seluruh hidupku
Kuukir cinta di air bening
Kupahat sayang di lumpur dalam
Dan kuucapkan cinta dalam syairku
Ternyata belenggu itu
diriku sendiri
mencari lentera
dalam dirimu
Tak mampu aku mengeluh
dengan tikaman sinar matamu
yang mampu memotret
seluruh isi diriku
dan aku
hanya mampu bersembunyi
dikulitku sendiri
By Haitami Lubis
Pancurbatu Ramadhan/April. 1988
Kau belenggu dengan penampilanmu
Kucumbu dirimu dalam bayangku
Kutemukan diri di sisi jurang
yang dapat menelanjangi
dan menguliti seluruh hidupku
Kuukir cinta di air bening
Kupahat sayang di lumpur dalam
Dan kuucapkan cinta dalam syairku
Ternyata belenggu itu
diriku sendiri
mencari lentera
dalam dirimu
Tak mampu aku mengeluh
dengan tikaman sinar matamu
yang mampu memotret
seluruh isi diriku
dan aku
hanya mampu bersembunyi
dikulitku sendiri
By Haitami Lubis
Pancurbatu Ramadhan/April. 1988
Langganan:
Postingan (Atom)