Sabtu, 23 Januari 2016

Jangan Kau Marah

Jangan marah bila kukatakan cinta
Jangan bilang tidak bila kukatakan rindu
dan jangan gelisah bila aku memaksa
Diamlah!
Dengan tatapan mata mistirius
Aku akan mengerti
namun aku berusaha untuk tidak mengerti
Walau suatu saat kau lepas
dan aku terhempas

Jangan diam saat aku diam
karena aku mau kau bicara
Jangan tertawa saat aku bicara
Tersenyumlah!
dan tanggapi
Berlakulah sewajarnya saja
jangan berlebihan
dan jangan dibuat-buat
Aku akan mengerti
Walau suatu saat kau lepas
dan aku terhempas

Aku tidak perduli siapa kamu
Aku tidak perduli siapa aku
yang jelas
Cinta itu datang padaku

Aku berlari mengejar burung-burung
aku terbang menggapai bulan
dan aku berjalan kebelantara
Hanya untuk berdialog
tentang dirimu
tentang cintaku
Ah....
Kegaduhan ini begitu sepi
Kegelisahanku begitu senyap
sementara dirimu
berdiri dengan angkuh
Anggun di hadapanku.

By Haitami Lubis
Pancurbatu Ags.1988


CINTA KASIH - MU

Lelah
terseok kaki melangkah
bergetar dan pasrah
Ah....
Kau tegar
Tanganku menggapaimu
Cinta penghalang?
Oh....
Tidak
dia adalah nikmat alam
dari Nya

Kuputuskan untuk diam
dan mengumpul tenaga
Perlahan kutegakkan kakiku
Kuciptakan sinar pandang
Oh...
Kau hilang
Terdengar bisikan kecil
dari janjimu
Kau di depan

Kucoba melangkah lagi
namun asa bergetar
Keras
Saat melewati simpang jalan
Belok atau terus?
Kabur keteguhan hati
Aku ke kanan
dan kuharap
Di sana kutemukan dirimu
Cinta kasih
Hidup tenteram
dan merah masa depan

Ragu menyergap kalbu
Dan seketika di depan semu
Berkunang-kunang
Kuputuskan
Untuk terus
Walau gelap di depan

Kucari dirimu
dan kuharap bisa bertemu
Disana
Cinta kasih Mu.

By Haitami Lubis
Pancurbatu Ags. 1988

Tiba-tiba Kau Melintas

Dalam siang yang panas
gerah menyergapku
Tak mampu aku menghindar
dan tak seorangpun yang peduli

Peluh membasahi tubuh
Ah.....
Aku tak tahan
Matahari seketika mendekat
Kemana aku berlindung?

Tiba-tiba kau melintas
dengan anggun
melempar senyum padaku
Aku terpaku dan diam
Seketika panas hilang
kesejukan datang
karena senyum manismu

By Haitami Lubis
Pancurbatu Ags.1988

K A U

Teringat bidadari malam
tembus kegelapan
dan senyum cerah pagi
tampilkan diri dari semak belukar


                 Maut menantang ilham
                 yang bisikkan rindu
                 menerkam wajah semu


                                    Tertidur di awang-awang
                                    dan
                                    pancaran sinar matamu
                                    menembus merah hatiku
                                    dan cinta suciku
                                    Ternyata
                                    kau gadis itu


                                                          By Haitami Lubis
                                                          Pancurbatu Juni 1988.

Aku Tak Mampu

Kutahu aku kalah
membina cinta denganmu
karena diriku tak mampu bicara
untuk ungkapkan rasa

      Telah lama siksa kubina
      kucoba membunuh rindu
      ternyata
      dirimu ada di dada
      dan aku tetap membisu
             
               Kasih....
               kini aku tak mampu
               memendam rasa cinta !

                            By Haitami Lubis
                            Pancurbatu Apr.1988

Aku Cinta Padamu

Maafkan daku sayang
aku bicara lancang
menguak tabir hati
tentang cinta

Dirimu satu
Di dalam hati
Dak tak mampu berdusta

Aku cinta padamu
aku sayang padamu
Ingin aku membelaimu
ingin kudekap dirimu
namun engkau membisu
atau aku tak mampu

lelah aku sembunyi
leleh aku membisu
Lewat syair ini
Semoga kau tahu
isi hatiku

Sejak dirimu ada di hatiku
gelisah jiwa selalu hadir
Kucoba untuk menangis
Kucoba untuk menggoda
Salahkah aku
Cinta padamu?

By Haitami Lubis
Pancurbatu Apr. 1988

CERITA HATI

Senyummu mengikat gerakku
Kau belenggu dengan penampilanmu
Kucumbu dirimu dalam bayangku
Kutemukan diri di sisi jurang
yang dapat menelanjangi
dan menguliti seluruh hidupku

        Kuukir cinta di air bening
        Kupahat sayang di lumpur dalam
        Dan kuucapkan cinta dalam syairku
        Ternyata belenggu itu
        diriku sendiri
        mencari lentera
        dalam dirimu

Tak mampu aku mengeluh
dengan tikaman sinar matamu
yang mampu memotret
seluruh isi diriku
dan aku
hanya mampu bersembunyi
dikulitku sendiri

        By Haitami Lubis
        Pancurbatu Ramadhan/April. 1988