Malam itu rindu mengusik tidurku
Aku terbangun
Hanya ada suara detak jarum jam
yang mengisaratkan bahwa malam itu kelam
Dan resah datang
Bayangmu menyiksa hatiku
Namun terdengar bisikan
dari angin malam yang berhembus
Bahwa cinta kita sebuah mistery.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Sept. 1987
Jumat, 22 Januari 2016
G A G A L
Ketika ikan bersinar keperakan
juga air mengalir syahdu
dapatkan tenpat pertemuan
Umpan tenggelam di air
Pengail berkeringat
Semangatnya membara
Dendam
Awan biru angin bernyanyi
Ikan itu sangat lincah
berlari dari satu batu
ke batu yang lain
Tapi nyata terpandang
Pengail itu berkeringat
tak dihiraukan
Dendam membara di hati
dengan tenang dinikmatinya
permainan ikan itu
Sesuatu jatuh ke air
Dia terkejut
gugup
Dan dinikmati lagi air itu
Kini sepi
Senyap
Dia pulang
dengan luka karena cinta.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Sept. 1987
juga air mengalir syahdu
dapatkan tenpat pertemuan
Umpan tenggelam di air
Pengail berkeringat
Semangatnya membara
Dendam
Awan biru angin bernyanyi
Ikan itu sangat lincah
berlari dari satu batu
ke batu yang lain
Tapi nyata terpandang
Pengail itu berkeringat
tak dihiraukan
Dendam membara di hati
dengan tenang dinikmatinya
permainan ikan itu
Sesuatu jatuh ke air
Dia terkejut
gugup
Dan dinikmati lagi air itu
Kini sepi
Senyap
Dia pulang
dengan luka karena cinta.
By Haitami Lubis
Pancurbatu Sept. 1987
M A T I
Di sini kujumpai cahaya dirimu
ada getar sendu di dada
Kutatap matamu
Sangat indah
Dan aku
ingin berteduh di sana
Anganku
Cinta mengembara dalam sikap
Mengertikah?
Kata cinta dari mataku
Terbentur
Ada nada angkuh
dalam penampilanmu
Inikah yang namanya cinta
tersiksa hati awal duka
Sinar mata teduh itu
ciptakan siksa
Kunikmati
hati menjerit
Kunikmati
jiwa menangis
merintih
pilu sekali
Cinta itu ranap kau bawa
aku pergi tinggalkan duka
Di alam baru
aku palingkan cinta
Bahagia itu ternyata tak ada
Mati
dan
Sepi
Inikah yang namanya luka
kurenggut bahagia
Tercipta pilu
Tetesan air mata
gambaran derita
Tahukah kamu?
kau ambil seluruh hidupku
Kau membunuhku
dan
Aku mati suri
By Haitami Lubis
Pancurbatu Sept. 1987
ada getar sendu di dada
Kutatap matamu
Sangat indah
Dan aku
ingin berteduh di sana
Anganku
Cinta mengembara dalam sikap
Mengertikah?
Kata cinta dari mataku
Terbentur
Ada nada angkuh
dalam penampilanmu
Inikah yang namanya cinta
tersiksa hati awal duka
Sinar mata teduh itu
ciptakan siksa
Kunikmati
hati menjerit
Kunikmati
jiwa menangis
merintih
pilu sekali
Cinta itu ranap kau bawa
aku pergi tinggalkan duka
Di alam baru
aku palingkan cinta
Bahagia itu ternyata tak ada
Mati
dan
Sepi
Inikah yang namanya luka
kurenggut bahagia
Tercipta pilu
Tetesan air mata
gambaran derita
Tahukah kamu?
kau ambil seluruh hidupku
Kau membunuhku
dan
Aku mati suri
By Haitami Lubis
Pancurbatu Sept. 1987
DERITA
DENGAN KEJAM KUBELENGGU CINTA
DENGAN PERKASA KUSIKSA RINDU
DENGAN MANTAP KUSUSUN LUKA
DENGAN RAPI KUBALUT DUKA
DENGAN TEGAR KUCIPTAKAN BENCI
DENGAN JANTAN KUMELANGKAH BESAR
TERNYATA TAK MAMPU MELUKAI BAYANGMU
By Haitami Lubis
Pancurbatu Sept. 1987
DENGAN PERKASA KUSIKSA RINDU
DENGAN MANTAP KUSUSUN LUKA
DENGAN RAPI KUBALUT DUKA
DENGAN TEGAR KUCIPTAKAN BENCI
DENGAN JANTAN KUMELANGKAH BESAR
TERNYATA TAK MAMPU MELUKAI BAYANGMU
By Haitami Lubis
Pancurbatu Sept. 1987
SEBUAH PERMOHONAN
Aku bermohon padamu
Katakan kau benci aku
cacilah aku
katakanlah
bahwa aku lelaki kurang ajar
yang berani jatuh cinta padamu
lancang
dan ingin menggapainya
Tikam
Bunuh
Siksa
dengan pancaran benci
Dari matamu
yang teduh
sejuk
Dalam kematianku
Aku bermohon padamu
Tunjukkan bahwa kau angkuh
Bahwa kau bintang
dan
tikamkan
perasaan benci di hatiku
agar kubunuh
perasaan jingga
Dan berlalu
bersama rasa yang kuciptakan
Hati yang tercipta
Aku bermohon padamu
Agar kau kabulkan
segala pintaku
membawa perasaan jingga
yang lama membara
mencari tempat berteduh
yang abadi
Ternyata maut membawaku
mati
dalam hidupku
By Haitami Lubis
Pancurbatu Sept. 1987
Katakan kau benci aku
cacilah aku
katakanlah
bahwa aku lelaki kurang ajar
yang berani jatuh cinta padamu
lancang
dan ingin menggapainya
Tikam
Bunuh
Siksa
dengan pancaran benci
Dari matamu
yang teduh
sejuk
Dalam kematianku
Aku bermohon padamu
Tunjukkan bahwa kau angkuh
Bahwa kau bintang
dan
tikamkan
perasaan benci di hatiku
agar kubunuh
perasaan jingga
Dan berlalu
bersama rasa yang kuciptakan
Hati yang tercipta
Aku bermohon padamu
Agar kau kabulkan
segala pintaku
membawa perasaan jingga
yang lama membara
mencari tempat berteduh
yang abadi
Ternyata maut membawaku
mati
dalam hidupku
By Haitami Lubis
Pancurbatu Sept. 1987
KEMARAU
Dan kamu menarik lenganku
membawa untuk melangkah bersama
dalam anganku
Lalu aku terbuai oleh janji semu
dari matamu
yang menikam dalam
ke sanubari
Kini
kau berlari tinggalkan aku
Dan tersentak aku dalam lamunan
Sadar
ternyata aku terbelenggu
oleh ranjau
yang kuciptakan sendiri
Kusimpan luka
di sela-sela jari kaki
Dia menggelitik
ternyata
sakit menjelma
menusuk hati
Dan cinta itu hilang darimu
Kau berlari
membawa segala bahagia hatiku
Tinggalkan gersang
By Haitami lubis
Pancurbatu Sept. 1987
membawa untuk melangkah bersama
dalam anganku
Lalu aku terbuai oleh janji semu
dari matamu
yang menikam dalam
ke sanubari
Kini
kau berlari tinggalkan aku
Dan tersentak aku dalam lamunan
Sadar
ternyata aku terbelenggu
oleh ranjau
yang kuciptakan sendiri
Kusimpan luka
di sela-sela jari kaki
Dia menggelitik
ternyata
sakit menjelma
menusuk hati
Dan cinta itu hilang darimu
Kau berlari
membawa segala bahagia hatiku
Tinggalkan gersang
By Haitami lubis
Pancurbatu Sept. 1987
ANTARA
BILA DATANG RASA CINTA
HATI BERBUNGA JINGGA
BAHAGIA ADA DI SISI DUKA
EMOSI MENJERAT LEHER
RINDU DI LINGKAR HATI
DAN MATI ADA DIAKHIRNYA
YANG PERTAMA
By Haitami Lubis
pancurbatu Sept. 1987
HATI BERBUNGA JINGGA
BAHAGIA ADA DI SISI DUKA
EMOSI MENJERAT LEHER
RINDU DI LINGKAR HATI
DAN MATI ADA DIAKHIRNYA
YANG PERTAMA
By Haitami Lubis
pancurbatu Sept. 1987
Langganan:
Postingan (Atom)